ETU X WARDAH for Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016

3/18/2016 12:45:00 PM

original photo by ETU | edited by Minda Lubis

Perkembangan fashion muslim dewasa ini sangat pesat. Banyak sekali brand fashion muslim yang bermunculan dengan berbagai macam ciri khas. Tahun 2012,kali pertama saya kenal brand Restu Anggraini (RA) dan langsung jatuh cinta dengan brand ini. Simply chic, minimalist, functional, clean & basic menjadi ciri khas yang menjadikan nama RA semakin dikenal di kalangan pecinta fashion. RA juga berpartisipasi dalam ajang fashion bergengsi "Jakarta Fashion Week" sejak tahun 2012 sampai 2014.

Kreatifitas yang dimiliki Restu Anggraini yang merupakan desainer dan pemilik brand RA ini tidak hanya berhenti disitu saja. Seiring perjalanannya, RA mengeluarkan brand premium dengan nama ETU yang dirilis tahun 2014. Ciri yang ingin ditonjolkan oleh ETU ini adalah pakaian wanita dengan konsep Clean & Professional Look, Boyish Classic, Professional yet Standout dan Twisting Detail & Technique.
Tidak hanya mengedepankan model yang diminati pasar saja, tapi ETU berkomitmen akan selalu membuat pakaian dan inovasi yang tidak pernah berakhir. Dengan misi untuk menciptakan pakaian yang berkualitas tinggi, modis, terjangkau dan nyaman untuk digunakan orang orang di seluruh dunia. Restu yang menempuh pendidikan bidang fashion di Fashion in Phalie Art Studio dan ESMOD, Jakarta ini menuangkan idenya dalam tekstur dan pola yang unik dan karakteristik kain lokal yang eksotis dalam setiap koleksi ETU. Pada brand ETU lebih difokuskan ke pengolahan bahan atau lebih dikenal dengan istilah creative fabric. Maka dari itu, bahan yang digunakan ETU pun bukan bahan sembarangan, ETU memilih bahan yang memiliki inovatif tinggi seperti linen, serat rami dan wol yang 100% biodegradable dan Bemberg™ cupro. Bemberg ™ terbuat dari cotton linter yaitu biji kecil yang berada di sekitar kapas. Dengan proses kimia dan teknologi, cotton linter diolah menjadi benang. Bemberg ™ memiliki tekstur yang lembut dan halus, sehingga nyaman dipakai sepanjang tahun dan berbagai musim.


  • Metropolish by ETU
Komitmen dan konsistensi yang tinggi sangat terlihat jelas di setiap koleksi ETU. Seperti 12 koleksi Spring/Summer Metropolish by ETU yang ditampilkan pada Jakarta Fashion Week tahun 2014. Bercerita tentang seorang wanita muda yang memiliki kehidupan karir dan social life yang sukses, koleksi Metropolish menggunakan warna muted dan monochromatic yang didominasi oleh warna putih dan abu-abu. Kesan yang simple dan praktis pantas disebut smart casual professional work wear. Menariknya lagi, pada koleksi ini ETU menggunakan teknik anyaman dan bermain tekstur serta pattern alami dari sutera Makassar dan cashmere wool.

sumber : http://etuforvamff2016.com/
sumber : http://etuforvamff2016.com/
sumber : http://etuforvamff2016.com/    

  • Femme de la Creme
Sukses di tanah air mengantarkan ETU ke Tokyo. Di tahun 2015, ETU  kembali mengeluarkan koleksi spektakulernya. Kali ini dengan mengusung tema Femme de la Creme yang berarti wanita sukses di posisi puncak. ETU mengaplikasikan unsur anyaman Jepara dengan dominasi warna creme  dan coklat. Koleksi yang tampilkan pada ajang fashion show MERCEDES-BENZ FASHION WEEK TOKYO ini menuai banyak pujian baik dari Indonesia maupun luar negeri.

sumber : http://etuforvamff2016.com/
sumber : http://etuforvamff2016.com/

  • Rationalist
Diakhir tahun 2015, ETU kembali hadir di Jakarta Fashion Week dengan koleksinya "Rationalist". Koleksi kali ini tetap mengambil konsep pakaian kerja wanita (work wear) yang terinspirasi dari style pria. ETU ingin mengadaptasi pakaian pria seperti long coat, blazer, trousers, shirt atau T-shirt ke dalam busana kerja wanita. Tampak dalam koleksi kali ini ETU mengedepankan silhouette yang unik, warna-warna basic yang kontras dan yang menarik perhatian adalah sentuhan lipatan-lipatan yang menyerupai kertas origami. Kali ini ETU menerapkan konsep Golden Ratio yaitu perbandingan rasio yang menrepresentasikan ukuran ideal dari tubuh manusia. Melalui konsep ini ETU berharap koleksinya dapat menjadi desain yang tak lekang oleh waktu dan dapat digunakan oleh siapa saja.
sumber : http://etuforvamff2016.com/
sumber : http://etuforvamff2016.com/
sumber : http://etuforvamff2016.com/
sumber : http://etuforvamff2016.com/

Prestasi dan eksistensi ETU sudah tidak diragukan lagi di dalam negeri. Visinya untuk menjadi market leader dalam industri muslim/modest fashion di Indonesia tahun 2020 serta bisa masuk ke dalam Pasar Internasional di tahun 2017 ini diwujudkan dari kerjasama tim yang menyenangkan, kreatif, dinamis dan tanggung jawab yang tinggi.

Dengan misi menciptakan pakaian yang high quality, fashionable, affordable dan nyaman untuk digunakan sehari hari, ETU berhasil memikat hati para pecinta fashion di Indonesia. Semangat inilah yang mengantarkan ETU menuju persaingan global. Menurut catatan, Pasar Fashion Muslim Dunia di tahun 2014 menduduki peringkat ketiga. Dan diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2020 mendatang. Indonesia menduduki 10 besar dalam persaingan pasar fashion muslim dunia. Melihat fakta ini, bukan hal yang mustahil bagi ETU untuk bisa menembus pasar global dunia.

sumber : http://etuforvamff2016.com/

Hal ini dibuktikan ETU dengan prestasinya mewakili Indonesia untuk ajang Virgin Australia Melbourne Fashion Festival (VAMFF) pada 7-13 Maret yang lalu. Terpilihnya ETU ke VAMFF ini berkat penghargaan The ANZ Australia - Indonesia Young Fashion Designer Award 2015 di Jakarta Fashion Week 2016. 

sumber : http://etuforvamff2016.com/

Melihat populasi Muslim di Australia yang mencapai 476.290 jiwa dan Islam sebagai agama terbesar ketiga di Australia, ETU sangat yakin dapat menembus pasar fashion muslim di Ausralia melalui ajang VAMFF. Di ajang ini, ETU menampilkan koleksi khusus untuk pasar Australia dengan mengusung tema "LA VOYAGEUSE Fall/ Winter 2016" yang bercerita tentang generasi muda muslim di seluruh dunia yang modern dan bangga atas identitasnya sebagai muslim. Koleksi ini memang ditujukan untuk pasar global jadi memang sengaja didesain universal. Seluruh koleksi memakai palet hitam dan abu abu yang dominan dan tidak meninggalkan ciri khas potongan menswear-nya.

  • ETU x ULTRASUEDE
Tidak hanya mengandalkan segi desain saja, namun ETU menawarkan karya yang berbeda yaitu dari segi pemilihan material yang berteknologi tinggi. Kali ini ETU bekerjasama dengan perusahaan tekstil berteknologi tinggi ternama asal Jepang, Toray Industries. ETU akan menggunakan material bernama Ultrasuede. Ultrasuede merupakan bahan yang diciptakan dengan teknologi ultra-microfiber untuk menandingi kualitas bahan kulit asli. Kalau kita lihat, bahan ini juga sudah banyak digunakan oleh brand-brand dunia seperti Halston Heritage, Issey Miyake, Uniqlo dan juga Prada. Kelebihan bahan yang terbuat dari material daur ulang polyester ini meski tampak tebal namun tetap nyaman dan mampu menyerap keringat dengan baik.

sumber : http://etuforvamff2016.com/
  • ETU x WARDAH
Wanita, fashion dan cosmetics memang hal yang tidak bisa terpisahkan. Disinilah Wardah Cosmetics hadir untuk menjadi bagian penting dari wanita Indonesia. Selama 21 tahun ini Wardah hadir dengan misi yang sederhana, yakni memenuhi kebutuhan kosmetik yang halal. Wardah sangat mengerti dengan kecantikan wanita Indonesia yang tidak hanya cantik fisik namun mempunyai semangat untuk maju. Seiring dengan visi Wardah untuk menjadi perusahaan multinational dan berkomitmen untuk mendukung brand lokal Indonesia menembus pasar global. Wardah Cosmetics menjadi sponsor utama ETU dalam ajang fashion Virgin Australia Melbourne Fashion Festival (VAMFF) 2016. Dalam rangkaian acara ini, Wardah mempersembahkan event 'Succeeding Together' sebagai wujud kontribusi Wardah terhadap pengembangan brand lokal. Event ini bertujuan meningkatkan competitiveness brand local Indonesia di mata Internasional.

sumber : http://etuforvamff2016.com/
sumber : http://etuforvamff2016.com/
sumber : http://etuforvamff2016.com/
Di acara yang diadakan di Australia ini, ETU x WARDAH VAMFF 2016 menggandeng komunitas Australia dan desainer lokal dalam rangkaian kegiatan trunk show, fashion workshop, make up tutorial dan pop up store. Tujuannya untuk mempererat hubungan antar kedua negara ini dalam dunia fashion. Bukan hanya untuk muslim saja, namun untuk semua kalangan. ETU x WARDAH VAMFF 2016 bekerja sama dengan nama-nama yang sudah tidak asing lagi di dunia fashion seperti Amalina_aman, Baraka Women dan The Hijab Stylist.

sumber : http://etuforvamff2016.com/
Make Up Workshop by Wardah | sumber : http://etuforvamff2016.com/
Trunk show | sumber : http://etuforvamff2016.com/
Pop Up Store & Fashion Workshop | sumber : http://etuforvamff2016.com/
Keikutsertaan ETU di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival (VAMFF) 2016 adalah bukti nyata bahwa brand local Indonesia dapat bersaing dengan brand luar. Ini menandakan bahwa fashion muslim Indonesia siap untuk maju menjadi "kiblat" fashion muslim dunia di tahun 2020 mendatang. Semangat ini mengingatkan saya kepada semangat sang proklamator, Soekarno dalam pidato "Lahirnya Pancasila". Beliau menyerukan agar kita tidak gentar untuk menghadapi dunia dan rasa nasionalisme akan tumbuh ketika kita berada di tanah internasional. Dengan kekuatan yang kita miliki, keyakinan serta kerja keras maka kita siap menghadapi persaingan dunia. 

“Nationalism can not flower if it does not grow in the garden of internationalism” 
by Soekarno

Semoga karya anak bangsa dapat selalu mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Karena kita yakin bahwa "INDONESIA PASTI BISA"



tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition "ETU X WARDAH Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016"

Salaam,
Minda Lubis

You Might Also Like

2 comments

Hi... Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Mohon untuk tidak menggunakan seluruh artikel, foto dan video dalam blog ini tanpa izin. Silakan tinggalkan komentar kamu ya..

Enjoy the blog :)