MENUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI LEWAT WIRAUSAHA

12/05/2016 09:29:00 PM


Bukan hal yang mudah untuk memberanikan diri memutuskan berwirausaha. Ini yang saya alami di tahun 2012. Dimana saya sedang bekerja disalah satu bank swasta Internasional di Jakarta. Posisi saya saat itu masih fresh graduate yang mencoba mencari pengalaman bekerja. Yaa.. masuk bekerja sebagai karyawan swasta di bank ini tidak sesuai dengan jalur pendidikan yang saya ambil saat kuliah. Tapi apakah salah? Tentu tidak. Tidak salah sama sekali. Banyak ilmu baru yang saya dapat dengan lingkungan kerja yang solid. Saya yakin, Allah menentukan jalan saya ini dengan tujuan yang baik.

Dua tahun berjalan. Hidup saya bisa dikatakan dalam zona aman sebagai staff dan wanita single baru punya pengalaman kerja saat itu. Tapi bagaimana dengan zona nyaman? hati kecil mulai berontak. Saya merasakan ada kemampuan saya yang tidak bisa "keluar" kalau saya tetap bertahan. Singkat cerita, saya beranikan diri untuk resign dari pekerjaan saya. 

Lalu apa yang harus saya kerjakan setelah resign? Pertanyaan baru mulai datang lagi. Pertanyaan yang harus saya jawab sendiri. Alhamdulillah atas petunjuk Allah SWT, jalan saya diarahkan ke wirausaha. Yup, berdagang. Saya pun memutuskan untuk mengambil jalan ini dengan modal seadanya. Semua saya lakukan sendiri, namun terkadang adik saya juga turun tangan membantu saya hehehe. Mulai dari mencari bahan barang dagangan sampai mempersiapkan materi promosi di sosial media.

Menjual aksesoris wanita menjadi pilihan saya. Dilatarbelakangi karena kegemaran saya berprakarya dan membuat aksesoris handmade. Perjalanan ternyata tidak semulus yang saya bayangkan. Saya sempat merasa tidak percaya diri. Sempat menyesal dengan keputusan yang saya ambil. Dan rasa percaya diri menjadi turun drastis ketika saya dihadapkan dengan kalimat dan pertanyaan 
"Loh kok resign? Jadi sekarang kerja dimana?
"Jualan yaa? Gak mending kerja kantoran aja?"
Saya mau jawab apa dengan keadaan yang baru saja memulai usaha yang seumur jagung. Belum bisa meyakinkan diri sendiri apalagi orang lain. Belum lagi dengan kendala target penjualan sebulan kerap kali tidak terpenuhi. Berbagai promosi melalui sosial media pun dirasa sudah dilakukan. Tapi usaha itu masih tidak cukup.

Stress? Iya, saya juga pernah menjalani fase itu. Ini kondisi yang berbeda drastis dengan kondisi saya menjadi pegawai. Dimana saya harus memecahkan masalah saya sendiri. Saya tidak punya tim ataupun teman yang bisa saya ajak diskusi. Tapi saya harus move on.


ilustrasi. photo from pixabay.com

Cara yang saya ambil saat itu adalah saya harus keluar dan perlu bertemu dengan orang-orang yang baru. Tujuannya tidak lain untuk memperkenalkan brand dan produk saya. Saya dibantu adik saya, mulai aktif ikut bazar. Dan juga mulai aktif untuk ikut dalam beberapa kegiatan dari beberapa komunitas. Memberanikan diri untuk berkenalan dengan orang-orang baru. Dengan para wirausahawan muda. Pertama kali masuk dalam dunia baru, ada serangan rasa tidak percaya diri. Maklumlah, lingkungan ini sangat berbeda dengan lingkungan kantor. Disini saya bertemu dengan orang-orang dengan berlatar belakang yang berbeda. Belum pernah saya temui hal seperti ini. Yang mana dulu hanya di kantor, duduk depan komputer, jarang sekali berinteraksi dengan orang-orang baru.

Mendapatkan kesempatan untuk kenal dan berbagi ilmu dengan para wirausahawan adalah sebuah pengalaman yang berharga. Saya semakin belajar untuk memperbaiki produk saya. Selain itu, ilmu yang saya dapat juga semakin bertambah. Mulai ada teman untuk saling diskusi mengenai penjualan. Ada teman berbagi ilmu pemasaran. Dari awal yang saya mulai dengan modal nekad dan minim pengetahuan. Dan yang dari awal juga tidak punya kenalan orang-orang pengusaha. Alhamdulillah, akhirnya link semakin meluas. Kenalan pun semakin banyak.

Dari berbagai macam bazar, seminar dan lainnya, lambat laun rasa percaya diri saya dengan brand/produk yang saya ciptakan semakin lama semakin tumbuh. Rasa syukur yang dalam karena saya merasa jalan saya dimudahkan. Dipertemukan dengan orang-orang yang menginspirasi saya. Dan saling mendukung. Hingga akhirnya beberapa kesempatan pun saya peroleh. Seperti kerja sama dengan desainer hijab di Jakarta seperti Restu Anggraini, Nalia Rifika, Suci Utami, Ola Aswandi dan Lulu el Hasbu. Dan juga kerja sama dengan media cetak seperti Scarf magazine dan koran Republika Jakarta. Yang terakhir, saya berkesempatan untuk tampil sendiri dengan brand saya yang sudah jadi impian saya sejak lama di fashion show di Samarinda. Mungkin sulit untuk mendeskripsikan perasaan saya. Yang pasti saya senang karena brand saya mulai bisa diterima 😊






fashion show Azalea by Mindalubis. 3 Desember 2016 - Samarinda.

Percaya diri itu kunci penting sebagai wirausahawan. Kalau menurut saya, jika kita sudah PD dengan brand/produk yang kita ciptakan, secara otomatis kita juga percaya diri untuk memperkenalkan brand kita. Apalagi jika didukung dengan pikiran yang positif, semangat dan penampilan yang nyaman dapat meningkatkan rasa percaya diri kita. Seperti hasil kuis yang saya ikuti di Serioxyl Confidence oleh L’oreal nih. Dari 10 pertanyaan yang saya jawab, ternyata hasilnya : UNSTOPPABLE 😃

Serioxyl Confidence by L'oreal

Artinya, cukup percaya diri karena telah mengenal karakter dan kemampuan. Hehehe mudah-mudahan yaa saya bisa terus berusaha berkarya, semangat melakukan yang terbaik dan semoga bisa menginspirasi 😊 . Kamu juga bisa ikutan tes percaya diri di : http://serioxyl-confidence.com/ yaa..


Love,
Minda Lubis

You Might Also Like

11 comments

  1. wah keren banget Minda, semoga terus berkembang dan bersinar ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Mondaaa.... aamiiin, makasi doanya ya kak :*

      Hapus
  2. Minda keren bangeeeett... salut sama orang2 yang akhirnya mutusin resign trus memulai wira usaha dari nol.... trus bisa sukses... *mata lope lope*
    Sukses lomba blog nyaaah :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin.... Makasi banyak mba Inkaa :*

      Hapus
  3. Hhhh ... membaca tulisan mba ini, memacu saya untuk mencoba melakukan hal yang sama pula. Saya pun sekarang, merasa mulai terkungkung oleh pekerjaan saya di kantor, walaupun pekerjaan saya merupakan hobi saya, menulis. Tetapi saya juga menemukan dorongan untuk berwirausaha belakangan ini. Semoga saya bisa sesukses mba. Aamiin. Bismillah.

    Terima kasih banyak atas suntikan semangatnya ya mba.

    BalasHapus
  4. Semoga saya bisa mengikuti jejak Mbak :)
    Semoga sukses terus yaaa.

    BalasHapus
  5. Kerennn bangeeeet mbaaak mindaaa. .
    Sepakat mbaak kalau membangun kepercayaan diri itu penting untuk mewujudkan mimpi yg dimiliki. Suksess teruss mbaak yaaa.. aamiin. .

    BalasHapus
  6. omg keren banget mbak >< semoga sukses selalu~

    BalasHapus
  7. Kak Mindaaa aku salut sama pilihan yg kamu ambil. Bukan hal mudah utk keluar dr zona nyaman. Apalagi bagi sebagian orang kerja di bank itu menjanjikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masyaa Allah... makasi Erny. Iya memang itu zona aman sih hehehe tapi mungkin dikasi jalan lain :D

      Hapus

Hi... Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Mohon untuk tidak menggunakan seluruh artikel, foto dan video dalam blog ini tanpa izin. Silakan tinggalkan komentar kamu ya..

Enjoy the blog :)